Revolusi Mentalmu Bukan Hanya Resolusi

resolusi
resolusi

Tak terasa tinggal beberapa hari lagi sudah berganti tahun. Ya tahun 2016 sudah di depan mata, sudah menanti untuk diisi di setiap harinya, disetiap jam dan detiknya. Ternyata ini adalah ujung tahun 2015, terasa banyak waktu yang terbuang sia-sia.

Melihat timeline fb banyak teman-teman yang update status tentang resolusi, hemm,,,,,begitu semangat ingin mewujudkannya. Alhamdulilah pada semangat, semoga semangat itu bukan hanya ” hangat-hangat tai ayam “. Bukan hanya semangat di awal, tetapi di awal sampai akhir, sampai terwujud. Amiiin

Banyak yang update tentang resolusi di tahun 2015, ada yang mau nikah, mau cari kerja, mau kuliah, dll.

Sudah ada yang merancang acara di malam tahun baru nanti. ada yang bakar ayam, bakar sate, bakar kenangan mantan, bakar foto mantan, sampai bakar rumah mantan😀😀😛 #JustKidding

Bicara soal resolusi pasti juga akan berbicara revolusi. Lebih tepatnya revolusi mental, why? Karena sebuah resolusi tidak akan berjalan dengan baik jika kita meraihnya dengan cara yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Berbicara revolusi mental membawa kita tentang perubahan diri sendiri. Merubah mental kita, merubah pola pikir kita.

Pola pikir inilah yang akan berpengaruh terhadap apa yang akan kita kerjakan. Setiap diri kita pasti mempunyai sifat negatif yang susah untuk dibuang. Begitu susahnya sehingga kita menganngap wajar sifat itu melekat pada keseharian kita. Dan saking melekatnya dengan kita tiap hari, orang lain pun lama-lama juga akan tahu.

Contoh sederhana saja, kita pasti pernah menunda suatu pekerjaan, entah itu belajar, mencuci, memasak, berangkat pagi, ibadah, sampai menunda nikah *eh😀. Iya kita sudah terbiasa menunda hal-hal yang sebenarnya itu berpengaruh terhadap tingkat kedisiplinan kita. Itulah sifat yang umum dilakukan oleh banyak orang. Misalnya juga ketika bangun tidur, kita lebih dulu mengecek notifikasi (pemberitahuan) dari HP, atau dari smartphone kita daripada mendahulukan ibadah (bagi yang muslim) atau belajar, memasak dll. Menunda adalah salah satu sifat buruk yang tidak pernah membuat kita lebih baik.

Contohnya lagi adalah sifat gengsi. banyak sudah orang yang terjangkiti sifat ini. gengsi makan dipinggir jalan, gengsi makan di warung tenda, gengsi naik motor bebek, gengsi dibonceng sepeda, gengsi hp jadul, gengsi pakai sepatu, tas, jam tangan tidak bermerk. Yah, seharusnya kegengsian seseorang berbanding lurus dengan prestasi dan penghasilannya. Apalagi aku sering liat, seorang anak yang tidak mau bersekolah hanya karena alasan tidak dibelikan sepeda motor. Sungguh mirisnya. di Next post akan gue bahas tentang gengsi ini. InsyaAllah. Ingetin ya😀

Merasa paling pintar, paling wah, paling ok dan sejenisnya dan turunannya😀😛. Pasti kita pernah nemuin orang seperti ini, merasa paling tahu akan semua hal, merasa paling benar pendapatnya, merasa paling pintar otaknya. Tidak jarang kita berdepat dengan orang-orang seperti ini. Karena menurut kita orang itu sudah kelewat merasa palingnya. Tapi malah yang terjadi adalah ribut, berantem, dan diem-dieman. hehehe.

Merubah Sifat itu susah. Yah bahasa sederhananya adalah agak sulit. Karena perubahan sifat akan melibatkan pemikiran seseorang, melibatkan jiwa seseorang itu sendiri. Merubah sifat buruk menjadi baik itu susah jika hanya dengan motivasi atau saran dari orang lain. Karena yang bersangkutan hanya merespon bahwa hal itu hanya disampaikan orang lain. tetapi jika merubah sifat diawali dari diri sendiri akan terasa berbeda, akan terasa hidup arti sebuah perjuangan itu. Akan termotivasi dengan sendirinya, atau bahasa sederhannya adalah lebih Jleb😀😀

Ini juga yang gue rasakan selama ini, gue susah untuk merubah sifat gue sendiri. gue belum bisa menaklukan egois, kemalasan, merasa paling, dan gengsi.

Gue berharap kepada Tuhan, semoga di tahun 2016 lebih baik banget, lebih berprestasi banget, lebih banyak karya yang bisa gue wujudkan, lebih banyak mimpi terwujud, yang utama dan paling utama adalah lebih dekat lagi dengan Allah dan keluarga gue. Semoga gue bisa merubah pola pikir negatif yang selama ini gue pelihara. Gue yakin ketika perubahan itu melibatkan Tuhan, maka kekuatannya akan bertambah minimal 10 kali lipat. Karena setiap kita berbuat baik, maka Allah akan melipat gandakan hasilnya. Amiinn

Dan tak lupa gue juga bersyukur Kepada Tuhan karena telah diberi pelajaran-pelajaran berharga di Tahun 2015 ini. Pelajaran yang mungkin bagi sebagian orang itu adalah hal wajar, itu adalah hal umum.

Oke sepertinya ini dulu yang bisa gue bagi ke kalian, jika kalian ada pertanyaan atau menanggapi tulisan gue ini, kalian bisa komentar di bawah. See You at the Top Brosis

sumber foto: FB kang Dewa Eka Prayoga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s