Tentang The Power of Kepepet

The Power Of Kepepet
The Power Of Kepepet

Beberapa waktu lalu, gue sedang berkendara motor dari arah Mesuji menuju pulang ke kantor, di perjalanan pulang gue melalui jalan lintas sumatra, tepatnya di Simpang Penawar. Jalanan itu begitu ramai kendaraan terutama mobil-mobil besar, kontainer dan kendaraan pribadi. Teriknya matahari membuat gue harus kencang menarik gas motor, yang ingin segera sampai kantor. Ketika masih posisi motor melaju kencang, dari kejauhan gue liat di depan sana ada gabungan Polisi sedang melakukan operasi. Terlihat kurang lebih ada 10 anggota polisi sedang berada di samping jalan. Gue yang alhamdulillah belum pernah ketilang dan belum pernah berususan dengan polisi agak sedikit takut mau lewat. Berpikir apa sebaiknya gue balik arah aja ya??? Ah tapi sudah mau sampai, atau mending berhenti aja ya nunggu mereka selesai operasi.

Akhirnya dengan keyakinan dan berdoa semoga tidak ada penilangan terhadap motor yang gue kendarai akhirnya gue beranikan untuk tetap maju.

Kenapa gue sempet berpikir untuk balik arah atau berhenti??? Mungkin kalian sudah menduga kalau gue tidak bawa SIM atau STNK, KTP atau gue tidak pakai helm. Tidak, gue bawa semua itu. Surat-surat gue lengkap, dari SIM, STNK, ATM, bahkan kartu anggota MLM dulu ketika gue gabung pun selalu gue bawa, dan juga gue pakai helm, lampu juga gue hidupkan. Satu hal yang membuat nyali gue sempet menciut adalah melihat polisi yang sering nyari-nyari kesalahan, terus terang gue juga udah punya satu kesalahan yaitu STNK gue mati pajak. Yah itulah kesalahan gue, motor yang gue pakai ini ternyata sudah mati pajak sejak tahun 2014 lalu. Dan belum di pajakkan sampai sekarang.

Sampai didekat mereka gue tenang aja. Sambil melewati kerumunan polisi-polisi itu yang sedang memberhentikan kendaraan untuk minggir ternyata di depan gue sudah ada polisi yang melambaikan tangannya seperti menyuruh berhentikan motor gue.

Akhirnya gue berhenti juga, dalam hati agak takut sih.

  1. Gue belum pernah ketilang dan berurusan di kantor polisi
  2. STNK gue mati pajak.

Akhirnya polisi yang melambaikan tangan tadi mendekati gue. Gue yang bersikap dewasa dan tenang membuka masker yang gue pakai. Sebelum gue di sapa tuh polisi, gue duluan yang menyapa.

Gue        : Siang pak

Polisi    : Siang, kamu ini minta ditilang ya?

Gue        : Lah, kirain disuruh berhenti pak

Polisi    : Mana surat suratnya??

Gue        : sebentar pak, gue buka tas gue dan mengeluarkan SIM, STNK dan KTP dari

tempatnya.

Polisi    : wah,, bagusya. Polisi itu bilang bagus karena tempat untuk menyimpan surat2 tadi

adalah wadah bekas kartu perdana telk*msel jaman dulu banget.

Gue        : hehe, ini pak. Gue serahkan semua

Sambil si polisi mengecek surat surat gue, gue pun bilang kalau ini motor kantor.

Polisi    : Kerja dimana emang?

Gue        : Kantor Notaris Pak

Polisi    : Dimana?

Gue        : Simpang Lima, notaris R R

Polisi    : Ada ceweknya gak?

Gue        : Ada pak

Polisi    : ada yang bispak gak?

Gue        : hehehe…gak ada lah pak.

Polisi    : yaudah ni, coba dulu hidupin lampu depannya. Mati ya lampu kamu

Gue        : iya pak, enggak kok pak.

Lalu gue hidupkan motor dalam posisi netral dan lampunya pun hidup. Akhirnya gue disuruh lanjutin perjalanan.

Alhamdulillah dalam hati gue, gue gak ditilang. Terima Kasih Ya Allah itu yang ada dalam hati gue. Dijalan gue berpikir, tuh polisi apa gak liat STNK gue ya?? Padahal udah mati pajak. Ah tapi gue udah bersyukur ditolong Yang Maha Penolong, mungkin si polisi Cuma ngecek surat-surat gue lengkap apa tidak tanpa melihat mati pajak atau tidak. Akhirnya di perjalanan pulang selamat sampai kantor.

Sampai kantor gue berpikir, kok polisi tadi nannya cewek bispak gitu ya?? Padahal kan dia seorang yang harusnya tidak berperilaku seperti itu. Jadi gue bertanya dalam hati, ah tu polisi mungkin hanya mancing gue, tapi mungkin juga dia emang suka gituan dikalan diluar tugas. Ah hanya Tuhan yang tahu itu semua. Hanya gue gak habis pikir kalau emang tuh polisi suka jajan, gimana ya kalau kebanyakan polisi tingkah lakunya bejat seperti itu?? Oh dunia sudah dipenuhi orang-orang yang gila pangkat dan jabatan, menggunakan jabatan semena-mena. Yah seorang polisi harusnya menjadi panutan masyarakat. Karena mereka adalah pengayom masyarakat, harusnya memberikan contoh yang baik.

Hikmah yang gue dapat adalah. Apapun profesi kita harus menjaga nama baik diri kita sendiri. Karena jika kita tidak menjaga nama baik itu, kitalah yang rugi dikemudian hari.

The power of kepepet itu keadaan yang memang kita harus bikin dalam kondisi yang mungkin bisa saja kita berhenti atau mundur. The power of kepepet itu baik juga dalam kita menjalani kehidupan sehari-hari. Dikasus gue ini adalah, gue bisa saja balik arah yang artinya gue mundur sebelum berperang, gue bisa saja berhenti yang artinya gue menunggu sampai operasi polisi itu selesai dan mereka pergi. Tapi gue memilih maju, karena gue yakin Tuhan pasti membantu. Terimakasih ya Allah telah mengajarkan ilmu ini. Semoga gue segera menggunakan ilmu ini untuk segera keluar dari zona nyaman. Bismillahirrohmanirrohim.

Jangan lupa komen komen ya friend😀

Bye bye

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s