Kita Tak kan Pernah Tahu

Bismillahirrohmanirrohim

Itu judul dari Web nya Ustad Yusuf Mansur Kita Tak Kan pernah tahu. Dan aku ambil kata2 dalam foto itu.

Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (Lukman: 32)

Kita-tidak-pernah-tau

Iya, kita tidak pernah tahu kapan nafas kita akan berhenti, kita pun tidak tahu disaat seperti atau dalam kondisi seperti apa kita akan dipanggil-Nya. Kita tidak pernah tahu kapan kita akan mati, dalam keadaan sedang apa kita akan mati. Padahal MAUT tidak pernah menunggu TAUBAT. Iya Maut tidak pernah menghitung umur, bukan masalah nomor urut tapi nomor cabut😀

Waktu terus berjalan, Kita tidak pernah bisa kembali sedetik pun ke kehidupan kita dimasa lalu. Itulah berharganya waktu. Jangan kan masa lalu, Sedetik yang lalu saja kita tidak bisa mengulanginya lagi. Kita berjalan Maju, tetapi sebenarnya kita berjalan mundur.

Iya mundur, karena sejatinya kita akan menghadapi Kematian, kita akan menghadap-Nya. Tetapi jarang yang menyadari itu. Waktu yang tersedia malah banyak digunakan untuk mengikuti kehendak nafsu.

Yah itulah manusia yang banyak sekali khilafnya, sehingga tidak sadar bahwa sebenarnya mereka menghadapi hari akhir.

Apalagi disaat pergantian tahun kemarin ini. Banyak manusia yang terpedaya oleh tipuan syetan. Iya hura-hura,,,meniup terompet, bakar kembang api, joget2, geber-geberan motor, sampai ke hal-hal yang berbau zina. Dan itu dianggap wajar oleh kita. Seolah malam pergantian tahun adalah moment tepat untuk meluapkan rasa senang.

Merenung adalah perbuatan yang pas disaat seperti itu. merenungi apa saja yang sudah kita lakukan di tahun kemarin, apa saja yang sudah terwujud dan yang belum, terus kedepannya mau seperti apa. Apakah ibadah sudah lebih baik atau malah tambah menurun. Itulah sebenarnya yang baik dilakukan di malam pergantian tahun.

Bersyukur . Bersyukurlah atas segala Nikmat yang diberikan gratis oleh-Nya. Siapa sih yang bisa memberikan nafas gratis, tubuh yang sehat, mata yang bisa melihat, tangan yang bisa mengetik sms, facebookan dll?? Itulah pemberian-Nya yang sering tidak kita sadari.

Hal yang harus dipersiapkan untuk menghadapi kematian adalah dengan memperbaiki diri, ibadah, akhlak dan perbuatan kita. Semoga dengan kita memperbaiki diri, kita lebih siap untuk itu.😀

Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati, dan kematian di dunia adalah awal kehidupan kita di akhirat. Diakhirat itu akan abadi (kekal). Di akhirat akan ada pengadilan, seadil-adilnya. Jika amal perbuatan baik kita lebih banyak maka kita akan masuk Surga dan jika amal perbuatan buruk kita lebih banyak maka neraka siap di masuki kita. Naudzubillahimin dhalik.

Semoga tahun 2015 ini, kita bisa lebih baik lagi. Lebih baik ibadahnya, rejekinya, tingkah lakunya dan dipantaskan untuk mewujudkan impian-impian kita. Aminnn.

Semoga bermanfaat.

Follow aku di Twitter @Dedi_Rainer

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s